verbatim.id verbatim.id
Masuk Buat Akun
Penelitian Kualitatif & Jurusan

Kelompok Sosial adalah: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Kelompok sosial adalah himpunan individu yang saling berinteraksi dan memiliki identitas bersama. Pelajari ciri, jenis, dan contohnya secara lengkap.

Amanta Amanta · · 7 menit baca

Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang saling berinteraksi secara teratur, memiliki norma dan tujuan bersama, serta menyadari keanggotaan mereka dalam kelompok tersebut. Konsep ini menjadi salah satu kajian utama dalam ilmu sosiologi karena kehidupan manusia pada dasarnya berlangsung di dalam berbagai kelompok sosial.

Pengertian kelompok sosial menurut para ahli

Beberapa ahli sosiologi mendefinisikan kelompok sosial dengan penekanan yang berbeda-beda:

  • Soerjono Soekanto mendefinisikan kelompok sosial sebagai himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka. Hubungan tersebut mencakup kesadaran bahwa mereka saling membantu dan berinteraksi satu sama lain secara nyata.
  • George Homans menyebut kelompok sosial sebagai sejumlah individu yang berkomunikasi satu sama lain dalam jangka waktu tertentu, dengan jumlah anggota yang cukup kecil sehingga setiap orang dapat berkomunikasi langsung dengan yang lain.
  • Robert K. Merton mendefinisikan kelompok sebagai kumpulan orang yang berinteraksi sesuai pola yang mapan, saling mendefinisikan diri sebagai anggota kelompok, dan juga didefinisikan oleh orang lain sebagai anggota kelompok tersebut.
  • William Graham Sumner membedakan antara in-group, yaitu kelompok di mana seseorang merasa menjadi bagian di dalamnya, dan out-group, yaitu kelompok di luar keanggotaannya yang kerap dipandang berbeda atau berlawanan.

Ciri-ciri kelompok sosial

Agar suatu kumpulan individu dapat disebut kelompok sosial, beberapa ciri berikut perlu terpenuhi:

  • Anggotanya saling berinteraksi secara teratur dan berulang.
  • Terdapat rasa kesadaran bersama bahwa mereka adalah bagian dari kelompok yang sama.
  • Ada norma, nilai, atau aturan yang disepakati dan dipatuhi bersama oleh seluruh anggota.
  • Terdapat pembagian peran atau posisi antar anggota dalam kelompok.
  • Memiliki tujuan atau kepentingan bersama yang mengikat anggota satu sama lain.

Jenis-jenis kelompok sosial

Ferdinand Tönnies membagi kelompok sosial menjadi 2 tipe besar: gemeinschaft (paguyuban) dan gesellschaft (patembayan). Gemeinschaft adalah kelompok yang terbentuk secara alami berdasarkan kedekatan emosional, seperti keluarga dan komunitas adat. Sementara gesellschaft adalah kelompok yang terbentuk atas dasar kepentingan tertentu dan bersifat lebih formal, seperti organisasi perusahaan atau asosiasi profesional.

Charles Cooley membedakan antara kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer seperti keluarga dan teman dekat ditandai dengan hubungan yang intim, tatap muka, dan emosional. Kelompok sekunder seperti rekan kerja atau anggota organisasi memiliki hubungan yang lebih formal dan impersonal.

Selain itu, dikenal pula kelompok referensi, yaitu kelompok yang dijadikan tolok ukur seseorang dalam menilai perilaku dan sikapnya sendiri, meskipun ia belum tentu menjadi anggota kelompok tersebut secara resmi.

Konsep terkait kelompok sosial

Kelompok sosial berkaitan erat dengan konsep kohesivitas kelompok, yaitu kekuatan ikatan yang menyatukan anggota kelompok. Kohesivitas yang tinggi mendorong kerja sama dan solidaritas, tetapi juga bisa menimbulkan groupthink, yaitu kecenderungan kelompok untuk membuat keputusan tanpa mempertimbangkan sudut pandang kritis dari luar.

Konsep dinamika kelompok mempelajari pola interaksi, kepemimpinan, konflik, dan pengambilan keputusan di dalam kelompok. Pemahaman tentang dinamika kelompok penting dalam berbagai konteks, mulai dari dunia kerja hingga pendidikan dan penelitian sosial.

Konformitas adalah fenomena di mana individu mengubah sikap atau perilakunya agar sesuai dengan norma kelompok. Riset Solomon Asch memperlihatkan bahwa tekanan sosial dari kelompok dapat membuat seseorang menyetujui hal yang jelas-jelas salah secara faktual.

Data wawancara tentang kelompok sosial, selesai ditranskripsi sebelum sidang

Dalam penelitian kualitatif, kelompok sosial kerap menjadi subjek utama yang diteliti melalui wawancara mendalam atau FGD (focus group discussion). Peneliti perlu mendokumentasikan dinamika interaksi dan pernyataan tiap anggota kelompok secara akurat agar analisis data menghasilkan temuan yang valid.

Tumpukan rekaman FGD dan wawancara itu, selesai ditranskripsi sebelum sidang, kalau kamu percayakan ke verbatim.id yang mengerjakan transkripsi dengan cepat dan teliti.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang dimaksud kelompok sosial adalah dalam sosiologi?

Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang saling berinteraksi secara teratur, memiliki norma bersama, dan merasakan keanggotaan dalam kelompok tersebut. Setiap anggota menyadari posisinya dan berkontribusi pada tujuan kelompok secara kolektif.

Apa perbedaan in-group dan out-group?

In-group adalah kelompok di mana seseorang merasa menjadi anggota dan memiliki rasa solidaritas. Out-group adalah kelompok lain di luar keanggotaannya yang sering dipandang berbeda atau berlawanan. Konsep ini diperkenalkan oleh William Graham Sumner dalam kajian sosiologi.

Apakah keluarga termasuk kelompok sosial?

Ya, keluarga adalah contoh paling dasar dari kelompok sosial primer. Anggota keluarga terhubung melalui hubungan emosional yang kuat, interaksi tatap muka yang intens, serta norma dan nilai yang dipegang bersama sejak dini.