Literasi adalah: Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis, dan Pentingnya
Literasi adalah kemampuan dasar yang mencakup berbagai kompetensi penting. Pelajari pengertian, jenis, dan peran literasi dalam dunia pendidikan.
Literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, memahami, dan mengomunikasikan informasi secara efektif dalam berbagai konteks kehidupan. Dalam dunia PGSD dan pendidikan dasar, literasi menjadi kompetensi fondasi yang menentukan kualitas belajar siswa di semua mata pelajaran.
Pengertian literasi menurut para ahli
Konsep literasi telah berkembang jauh melampaui sekadar kemampuan membaca dan menulis:
- UNESCO mendefinisikan literasi sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi, menciptakan, berkomunikasi, dan menghitung menggunakan materi tertulis dalam berbagai konteks. Definisi ini menekankan literasi sebagai kontinum kemampuan, bukan sekadar kondisi biner antara bisa dan tidak bisa.
- Brian Street membedakan antara model autonomous dan model ideological dalam kajian literasi. Model ideological memandang literasi sebagai praktik sosial yang tidak netral, selalu terkait dengan konteks budaya, kekuasaan, dan nilai-nilai tertentu dalam masyarakat.
- Paulo Freire melihat literasi sebagai alat pembebasan. Baginya, belajar membaca bukan hanya tentang dekoding teks, melainkan tentang membaca dunia secara kritis dan mengembangkan kesadaran terhadap realitas sosial yang melingkupi seseorang.
- Frank Smith mendefinisikan literasi sebagai kemampuan untuk berpartisipasi penuh dalam komunitas literasi, yaitu kelompok orang yang saling berbagi teks dan praktik membaca-menulis yang bermakna dalam konteks tertentu.
Jenis-jenis literasi
Kemendikbud menetapkan 6 literasi dasar yang perlu dikuasai siswa Indonesia:
- Literasi baca tulis: kemampuan memahami dan menggunakan bahasa tertulis secara efektif. Ini adalah fondasi dari semua jenis literasi lainnya dan menjadi prioritas utama di jenjang pendidikan dasar.
- Literasi numerasi: kemampuan memahami dan menggunakan angka, simbol matematika, serta konsep kuantitatif dalam kehidupan sehari-hari.
- Literasi sains: kemampuan memahami fenomena alam, menggunakan metode ilmiah, dan menerapkan pengetahuan sains dalam konteks kehidupan nyata.
- Literasi digital: kemampuan mengakses, mengevaluasi, dan menciptakan informasi menggunakan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.
- Literasi finansial: kemampuan memahami konsep keuangan dan membuat keputusan ekonomi yang cerdas sesuai situasi yang dihadapi.
- Literasi budaya dan kewargaan: kemampuan memahami nilai-nilai budaya dan berpartisipasi aktif sebagai warga negara yang bertanggung jawab.
Konsep terkait literasi
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang diluncurkan Kemendikbud mendorong budaya membaca di satuan pendidikan melalui 3 tahap: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Program ini menempatkan literasi bukan sebagai mata pelajaran tersendiri, melainkan sebagai budaya yang dibangun di seluruh ekosistem sekolah.
Dalam konteks Kurikulum Merdeka, literasi diintegrasikan ke dalam pembelajaran berbasis proyek. Siswa dituntut untuk membaca berbagai sumber, menganalisis informasi, dan mengomunikasikan hasil kerja mereka dalam berbagai format, dari laporan tertulis hingga presentasi lisan di depan kelas.
Literasi kritis adalah tingkatan tertinggi dari kemampuan berliterasi, di mana seseorang tidak hanya memahami teks tetapi juga mempertanyakan asumsi, perspektif, dan kepentingan yang terkandung di dalamnya. Kemampuan ini penting untuk membentuk warga negara yang aktif, mandiri, dan berpikir kritis.
Tumpukan data wawancara literasi itu, selesai sebelum sidang
Dalam penelitian kualitatif, literasi kerap diteliti melalui wawancara dengan guru, siswa, atau orang tua untuk memahami praktik literasi di rumah dan sekolah. Data wawancara ini perlu ditranskripsi secara akurat agar nuansa percakapan tidak hilang dalam proses analisis tematik maupun naratif.
Kalau kamu sedang mengerjakan skripsi PGSD dengan tema literasi dan rekaman wawancara menumpuk, verbatim.id siap mengubah rekaman itu menjadi teks yang siap dianalisis, tepat waktu sebelum sidang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa yang dimaksud literasi adalah dalam pendidikan?
Literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, memahami, dan mengomunikasikan informasi secara efektif. Dalam konteks pendidikan modern, literasi tidak terbatas pada teks tertulis, tetapi mencakup numerasi, digital, sains, finansial, dan budaya-kewargaan.
Ada berapa jenis literasi yang penting dikuasai?
Kemendikbud mengidentifikasi 6 literasi dasar: literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, dan budaya-kewargaan. Keenamnya saling melengkapi untuk membentuk individu yang kompeten dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Mengapa literasi penting dalam Kurikulum Merdeka?
Dalam Kurikulum Merdeka, literasi menjadi fondasi semua mata pelajaran karena siswa dituntut bisa memahami teks, menganalisis data, dan mengomunikasikan gagasan secara mandiri. Kemampuan literasi yang kuat membantu siswa berpikir kritis dan belajar sepanjang hayat.