Mobilitas sosial adalah: pengertian, jenis, dan faktornya
Mobilitas sosial adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu posisi ke posisi lain dalam hierarki masyarakat. Pahami jenis dan faktornya di sini.
Mobilitas sosial adalah perpindahan individu, keluarga, atau kelompok dari satu posisi sosial ke posisi lain dalam struktur masyarakat. Konsep ini menjadi salah satu bahasan utama dalam sosiologi karena berkaitan langsung dengan bagaimana masyarakat bergerak dan berubah dari waktu ke waktu, serta bagaimana individu mengalami naik-turun status dalam hierarki sosial.
Pengertian mobilitas sosial menurut para ahli
Para ahli sosiologi mendefinisikan mobilitas sosial dengan tekanan yang sedikit berbeda satu sama lain.
- Pitirim Sorokin (1927) mendefinisikan mobilitas sosial sebagai perpindahan individu atau objek sosial dari satu posisi ke posisi lain dalam ruang sosial. Ia yang pertama kali membedakan secara sistematis antara mobilitas horizontal dan vertikal dalam kajian sosiologi modern.
- Paul B. Horton dan Chester L. Hunt (1984) menyebut mobilitas sosial sebagai gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya, baik ke atas maupun ke bawah, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor struktural dan individual.
- Kimball Young dan Raymond W. Mack (1959) mendefinisikannya sebagai gerak dalam struktur sosial, yaitu perpindahan individu dari suatu lapisan ke lapisan lain dalam masyarakat yang memiliki hierarki sosial tertentu.
Jenis-jenis mobilitas sosial
Mobilitas sosial dapat diklasifikasikan berdasarkan arah perpindahan dan cara terjadinya.
- Mobilitas vertikal ke atas (social climbing): perpindahan dari lapisan sosial yang lebih rendah ke lapisan yang lebih tinggi. Contohnya adalah seorang pegawai biasa yang dipromosikan menjadi manajer, atau seseorang dari keluarga tidak mampu yang berhasil meraih gelar akademik dan pekerjaan bergengsi.
- Mobilitas vertikal ke bawah (social sinking): perpindahan dari lapisan atas ke lapisan yang lebih rendah. Ini bisa terjadi akibat kebangkrutan bisnis, kehilangan pekerjaan, atau kondisi sosial yang menurun drastis karena faktor tertentu.
- Mobilitas horizontal: perpindahan dari satu posisi ke posisi lain yang setara secara status sosial. Misalnya, berpindah profesi dari satu jenis pekerjaan ke pekerjaan lain yang memiliki prestise setara, tanpa perubahan lapisan sosial yang berarti.
- Mobilitas antargenerasi: perbedaan status sosial antara orang tua dan anak dalam 1 generasi ke generasi berikutnya. Jika seorang anak meraih status yang lebih tinggi dari orang tua, ini disebut mobilitas antargenerasi ke atas.
Faktor pendorong dan penghambat mobilitas sosial
Tidak semua orang memiliki peluang yang sama untuk mengalami mobilitas sosial. Ada berbagai faktor yang mendorong atau justru menghambat perpindahan status tersebut.
Faktor pendorong meliputi akses terhadap pendidikan yang berkualitas, pertumbuhan ekonomi yang membuka lapangan kerja baru, sistem sosial yang terbuka dan tidak membatasi seseorang berdasarkan kelahiran, serta kemajuan teknologi yang menciptakan jenis pekerjaan dan peluang baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Faktor penghambat antara lain sistem kasta atau kelas sosial yang kaku, diskriminasi berbasis ras, gender, atau latar belakang keluarga, ketimpangan dalam akses pendidikan dan modal ekonomi, serta kemiskinan struktural yang sulit ditembus tanpa dukungan kebijakan yang memadai dari pemerintah.
Konsep yang berkaitan dengan mobilitas sosial
Stratifikasi sosial adalah konsep yang paling erat kaitannya dengan mobilitas sosial. Stratifikasi merujuk pada pengelompokan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan berdasarkan status, kekayaan, pendidikan, atau kekuasaan. Mobilitas sosial berbicara tentang perpindahan di antara lapisan-lapisan tersebut.
Status sosial adalah posisi seseorang dalam hierarki masyarakat. Mobilitas sosial secara langsung memengaruhi dan dipengaruhi oleh perubahan status. Seseorang yang statusnya naik akan mendapatkan akses berbeda terhadap sumber daya, jaringan, dan prestise sosial yang tersedia di masyarakat.
Kesempatan hidup (life chances) adalah konsep yang diperkenalkan Max Weber untuk menggambarkan peluang seseorang mengakses kondisi dan pengalaman yang diinginkan dalam hidupnya. Mobilitas sosial sangat memengaruhi seberapa besar kesempatan hidup yang dimiliki seseorang dan keturunannya ke depan.
Mobilitas sosial dalam penelitian kualitatif
Mobilitas sosial sering menjadi fokus penelitian kualitatif, terutama penelitian yang ingin memahami pengalaman subjektif individu dalam menghadapi perubahan status. Pertanyaan seperti "Bagaimana kamu memaknai perubahan hidupmu setelah berpindah pekerjaan?" hanya bisa dijawab secara mendalam melalui pendekatan kualitatif.
Wawancara mendalam dan studi kasus adalah metode yang paling sering digunakan dalam penelitian bertema ini. Data yang dihasilkan berupa rekaman percakapan yang perlu ditranskripsi dengan cermat sebelum bisa dianalisis menggunakan metode analisis tematik, grounded theory, atau fenomenologi.
Kalau kamu sedang mengerjakan skripsi tentang mobilitas sosial dan membutuhkan transkrip wawancara yang akurat, verbatim.id bisa membantu dengan layanan transkripsi verbatim yang cepat, rapi, dan siap pakai untuk keperluan akademik.
Rekaman menumpuk, sidang mendekat
Tumpukan file audio itu, selesai ditranskripsi sebelum sidangmu. Tim verbatim.id mengerjakan transkripsi dengan format yang terstruktur, sehingga kamu bisa langsung fokus pada analisis dan penulisan pembahasan skripsi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa yang dimaksud dengan mobilitas sosial?
Mobilitas sosial adalah perpindahan individu, keluarga, atau kelompok dari satu posisi sosial ke posisi lain dalam struktur masyarakat. Perpindahan ini bisa ke arah atas (naik kelas), ke bawah (turun kelas), atau ke samping (pindah jenis pekerjaan dengan status setara).
Apa perbedaan mobilitas sosial vertikal dan horizontal?
Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan status yang mengubah tinggi-rendah posisi seseorang dalam hierarki sosial, seperti naik jabatan atau mengalami kebangkrutan. Mobilitas horizontal adalah perpindahan ke status yang setara, misalnya berpindah profesi tanpa perubahan prestise atau lapisan sosial.
Bagaimana mobilitas sosial diteliti secara kualitatif?
Penelitian kualitatif tentang mobilitas sosial biasanya menggunakan wawancara mendalam untuk menggali pengalaman dan persepsi individu tentang perubahan status sosial yang mereka alami. Data wawancara perlu ditranskripsi secara akurat sebelum dianalisis menggunakan pendekatan tematik atau fenomenologi.