verbatim.id verbatim.id
Masuk Buat Akun
Penelitian Kualitatif & Jurusan

Motivasi Adalah: Pengertian, Jenis, dan Perannya dalam Psikologi

Motivasi adalah dorongan yang menggerakkan seseorang untuk bertindak. Pelajari pengertian, jenis, dan teori motivasi menurut para ahli psikologi.

Amanta Amanta · · 6 menit baca

Motivasi adalah dorongan psikologis yang menggerakkan seseorang untuk melakukan tindakan tertentu demi mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam ilmu psikologi, motivasi dipelajari sebagai salah satu konstruk utama yang menjelaskan mengapa manusia berperilaku dengan cara tertentu, memilih satu tindakan di atas tindakan lain, dan bertahan menghadapi rintangan.

Pengertian motivasi adalah menurut para ahli

Abraham Maslow mendefinisikan motivasi sebagai kekuatan yang mendorong individu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Kebutuhan tersebut tersusun dalam hierarki 5 tingkatan: kebutuhan fisiologis, rasa aman, kasih sayang dan rasa memiliki, harga diri, dan aktualisasi diri. Kebutuhan di tingkat lebih tinggi baru menjadi motivator setelah kebutuhan di bawahnya terpenuhi.

Frederick Herzberg membedakan antara faktor higiene, yaitu hal-hal yang mencegah ketidakpuasan seperti gaji dan kondisi kerja, dengan faktor motivator sejati seperti pengakuan dan pencapaian. Menurutnya, faktor higiene saja tidak cukup untuk memotivasi seseorang secara mendalam.

Victor Vroom melalui expectancy theory menyatakan motivasi adalah fungsi dari 3 variabel: harapan bahwa usaha menghasilkan kinerja baik, keyakinan bahwa kinerja baik menghasilkan reward, dan seberapa besar seseorang menghargai reward tersebut. Kombinasi ketiganya menentukan kuat lemahnya motivasi seseorang.

Edward Deci dan Richard Ryan memperkenalkan self-determination theory yang membedakan motivasi otonom (intrinsik) dan motivasi terkontrol (ekstrinsik). Mereka menemukan bahwa motivasi intrinsik menghasilkan kesejahteraan psikologis dan performa yang lebih baik dalam jangka panjang.

Jenis-jenis motivasi

Ada 2 jenis utama motivasi yang paling sering dibahas dalam psikologi.

  • Motivasi intrinsik adalah dorongan yang berasal dari dalam diri seseorang, seperti rasa ingin tahu, kesenangan, atau kepuasan pribadi atas pencapaian. Orang yang belajar karena memang menyukai mata pelajarannya menunjukkan motivasi intrinsik yang kuat. Jenis motivasi ini cenderung lebih stabil dan menghasilkan keterlibatan yang lebih mendalam.
  • Motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang bersumber dari luar diri, misalnya penghargaan, nilai ujian, atau menghindari hukuman. Jenis motivasi ini efektif dalam jangka pendek, namun cenderung menurun ketika stimulus eksternal dihilangkan.

Selain 2 jenis utama tersebut, beberapa ahli juga membedakan antara motivasi primer yang berkaitan dengan kebutuhan biologis dasar seperti lapar dan haus, dan motivasi sekunder yang berkaitan dengan kebutuhan sosial seperti pengakuan, kekuasaan, dan afiliasi.

Faktor yang mempengaruhi motivasi

Motivasi tidak terbentuk begitu saja. Sejumlah faktor turut memengaruhi seberapa kuat motivasi seseorang dalam situasi tertentu.

  • Tujuan yang jelas: seseorang lebih mudah termotivasi ketika tahu persis apa yang ingin dicapai dan memiliki indikator keberhasilan yang konkret.
  • Self-efficacy: keyakinan bahwa kamu mampu berhasil sangat menentukan seberapa keras kamu berusaha dan seberapa lama kamu bertahan ketika menghadapi kesulitan.
  • Dukungan sosial: lingkungan yang suportif dari keluarga, teman, maupun atasan terbukti meningkatkan motivasi secara signifikan.
  • Kondisi emosional: stres, kecemasan, dan kelelahan emosional dapat mengikis motivasi bahkan pada orang-orang yang sebelumnya sangat bersemangat.
  • Umpan balik yang konstruktif: feedback tepat waktu membantu seseorang menyadari perkembangan yang sudah dicapai, sehingga motivasi tetap terjaga.

Ciri-ciri seseorang dengan motivasi tinggi

Seseorang yang memiliki motivasi tinggi biasanya menunjukkan beberapa karakteristik yang dapat dikenali dalam perilaku sehari-hari.

  • Memiliki inisiatif untuk memulai tugas tanpa menunggu dorongan dari luar.
  • Mampu mempertahankan fokus dan usaha bahkan ketika menghadapi hambatan atau kegagalan awal.
  • Berorientasi pada tujuan dan secara aktif mencari cara untuk mencapai hasil yang diinginkan.
  • Cenderung merasa puas dengan proses belajar atau bekerja, bukan hanya dengan hasil akhirnya.
  • Responsif terhadap umpan balik dan mau melakukan penyesuaian ketika pendekatan yang digunakan tidak berhasil.

Motivasi dalam penelitian kualitatif

Dalam penelitian kualitatif, motivasi sering menjadi konstruk utama yang dieksplorasi melalui wawancara mendalam. Peneliti ingin memahami alasan di balik perilaku informan: apa yang mendorong mereka bertindak, keputusan apa yang mereka ambil, dan mengapa mereka bertahan atau menyerah dalam suatu situasi.

Memahami teori motivasi membantu peneliti merancang pertanyaan wawancara yang lebih tajam dan menginterpretasikan jawaban informan dengan lebih bernuansa. Tanpa pemahaman ini, peneliti berisiko melewatkan makna penting yang tersembunyi di balik kata-kata informan.

Rekaman wawancara yang menggali motivasi biasanya panjang dan kaya detail. Tumpukan rekaman itu, selesai sebelum sidang. verbatim.id mengerjakan transkripsi wawancara penelitianmu secara akurat dan cepat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan motivasi intrinsik dan ekstrinsik?

Motivasi intrinsik berasal dari dalam diri sendiri, seperti kepuasan dan rasa ingin tahu, sementara motivasi ekstrinsik didorong oleh faktor luar seperti hadiah atau tekanan sosial. Motivasi intrinsik cenderung lebih tahan lama dan menghasilkan keterlibatan serta kesejahteraan psikologis yang lebih baik.

Mengapa motivasi penting dalam proses belajar?

Motivasi menentukan seberapa besar usaha yang kamu curahkan dan seberapa lama kamu bertahan ketika menghadapi kesulitan. Peserta didik dengan motivasi tinggi cenderung lebih aktif, lebih mudah memproses informasi baru, dan mencapai hasil belajar yang lebih baik dibanding yang kurang termotivasi.

Bagaimana cara meningkatkan motivasi diri?

Beberapa cara yang terbukti efektif antara lain: menetapkan tujuan yang spesifik dan realistis, memecah tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil yang terukur, mencari dukungan sosial dari orang-orang terdekat, serta merayakan setiap pencapaian kecil untuk menjaga semangat tetap menyala.