verbatim.id verbatim.id
Masuk Buat Akun
Penelitian Kualitatif & Jurusan

Stratifikasi Sosial Adalah: Pengertian, Jenis, dan Kaitannya dengan Penelitian Kualitatif

Stratifikasi sosial adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan status, kekuasaan, dan prestise yang relevan untuk penelitian kualitatif mahasiswa sosiologi.

Amanta Amanta · · 6 menit baca

Stratifikasi sosial adalah sistem pengelompokan atau pelapisan masyarakat berdasarkan perbedaan status, kekuasaan, kekayaan, dan prestise yang diakui secara kolektif. Konsep ini menjadi salah satu topik sentral dalam kajian sosiologi dan sering menjadi fokus penelitian mahasiswa yang ingin memahami ketimpangan dan dinamika sosial di masyarakat.

Pengertian stratifikasi sosial menurut para ahli

Para sosiolog memberikan definisi yang beragam namun saling melengkapi tentang stratifikasi sosial:

Pitirim A. Sorokin mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara hierarkis. Ia menyebutnya sebagai kondisi yang hampir universal di semua masyarakat, baik masyarakat sederhana maupun modern.

Max Weber melihat stratifikasi sosial dari 3 dimensi yang berbeda namun berkaitan: kelas (class) berdasarkan kekayaan ekonomi, status berdasarkan prestise sosial, dan partai berdasarkan kekuasaan politik. Ketiga dimensi ini bisa saling memengaruhi namun tidak selalu sejajar antara satu dengan yang lain.

Kingsley Davis dan Wilbert E. Moore berargumen bahwa stratifikasi sosial adalah mekanisme fungsional yang tidak terhindarkan dalam masyarakat. Menurut mereka, posisi-posisi penting dalam masyarakat perlu diisi oleh orang yang paling kompeten, dan stratifikasi menjadi sistem insentif untuk mendorong hal tersebut.

Talcott Parsons memandang stratifikasi sosial sebagai konsekuensi dari sistem nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat. Posisi seseorang dalam hierarki sosial ditentukan oleh seberapa baik ia memenuhi nilai-nilai yang dihargai oleh masyarakat tempat ia tinggal.

Jenis-jenis stratifikasi sosial

Berdasarkan sifat lapisan dan kemungkinan perpindahan antarlapisan, stratifikasi sosial dibedakan menjadi beberapa jenis:

  • Stratifikasi terbuka (open stratification): sistem pelapisan yang memungkinkan anggota masyarakat berpindah dari satu lapisan ke lapisan lain, baik ke atas (social climbing) maupun ke bawah. Masyarakat modern umumnya menganut sistem ini.
  • Stratifikasi tertutup (closed stratification): sistem pelapisan yang kaku dan tidak memungkinkan perpindahan antarlapis. Contoh klasiknya adalah sistem kasta di India dan sistem feodal di Eropa abad pertengahan.
  • Stratifikasi campuran: kombinasi dari sistem terbuka dan tertutup, di mana beberapa aspek bersifat terbuka namun aspek lain masih kaku. Banyak masyarakat di negara berkembang mengalami kondisi ini.

Konsep-konsep terkait stratifikasi sosial

Kelas sosial adalah kelompok orang yang memiliki posisi serupa dalam hierarki ekonomi masyarakat. Pembagian kelas atas, menengah, dan bawah merupakan contoh paling umum yang digunakan dalam analisis sosial kontemporer.

Mobilitas sosial mengacu pada perpindahan posisi individu atau kelompok dalam struktur stratifikasi sosial, baik secara vertikal (naik atau turun lapisan) maupun horizontal (pindah posisi tanpa perubahan lapisan yang signifikan).

Prestise dan status merupakan pengakuan sosial yang diberikan masyarakat kepada individu atau kelompok berdasarkan profesi, pendidikan, etnis, atau faktor lain yang dihargai dalam konteks budaya tertentu. Status bisa bersifat ascribed (diperoleh sejak lahir) atau achieved (diraih melalui usaha).

Ketimpangan sosial adalah kondisi di mana anggota masyarakat tidak memiliki akses yang sama terhadap sumber daya, kesempatan, dan penghargaan. Stratifikasi sosial yang kaku cenderung memperparah ketimpangan ini.

Stratifikasi sosial dan penelitian kualitatif

Topik stratifikasi sosial sangat subur untuk diteliti secara kualitatif, karena pengalaman hidup dalam lapisan sosial tertentu tidak bisa sepenuhnya ditangkap oleh angka statistik. Penelitian tentang bagaimana individu dari kelas bawah mengalami diskriminasi, bagaimana mobilitas sosial dimaknai secara personal, atau bagaimana stratifikasi beroperasi dalam konteks lokal tertentu membutuhkan pendekatan yang mendalam.

Wawancara mendalam dan observasi partisipan menjadi metode yang paling sering dipilih dalam penelitian kualitatif tentang stratifikasi sosial. Data rekaman wawancara perlu ditranskripsi terlebih dahulu sebelum bisa dianalisis secara tematik. verbatim.id membantu mahasiswa sosiologi mendapatkan hasil transkripsi yang akurat tanpa harus mengorbankan waktu yang seharusnya digunakan untuk analisis mendalam.

Untuk memahami lebih lanjut tentang kerangka metodologi penelitian kualitatif yang tepat, kunjungi penelitian kualitatif adalah.

Ratusan menit rekaman itu, sudah jadi teks sebelum deadline.

Penelitian sosiologi tentang stratifikasi sosial sering melibatkan wawancara panjang dengan informan dari berbagai latar sosial. Serahkan rekaman tersebut ke verbatim.id dan dapatkan transkripsi akurat yang siap kamu analisis, jauh sebelum tenggat pengumpulan skripsi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang dimaksud stratifikasi sosial adalah?

Stratifikasi sosial adalah sistem pengelompokan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan berdasarkan perbedaan status, kekuasaan, kekayaan, dan prestise. Sistem ini hampir ada di semua masyarakat dan memengaruhi akses individu terhadap berbagai sumber daya dan kesempatan.

Apa saja jenis-jenis stratifikasi sosial?

Stratifikasi sosial dibagi menjadi 3 jenis utama: stratifikasi terbuka yang memungkinkan perpindahan antarlapis, stratifikasi tertutup yang kaku dan menutup kemungkinan perpindahan, serta stratifikasi campuran yang merupakan kombinasi keduanya.

Bagaimana kaitan stratifikasi sosial dengan penelitian kualitatif?

Pengalaman hidup dalam lapisan sosial tertentu tidak bisa sepenuhnya diukur dengan angka. Penelitian kualitatif, khususnya wawancara mendalam, memungkinkan peneliti menggali bagaimana individu memahami dan merasakan posisi mereka dalam hierarki sosial secara lebih utuh.