Format Transkrip Wawancara: Bentuk, Tata Letak, dan Contoh
Panduan format dan bentuk transkrip wawancara yang benar: komponen wajib, aturan tata letak untuk lampiran skripsi, format FGD, dan template siap pakai.
Begitu transkrip wawancara selesai diketik, pertanyaan berikutnya biasanya: harus ditata seperti apa supaya benar? Format transkrip wawancara yang konsisten bukan soal estetika, tapi soal keterbacaan, keabsahan data, dan kemudahan saat penguji mengeceknya. Artikel ini membahas bentuk dan format transkrip wawancara secara rinci, dari komponen wajib sampai aturan tata letak untuk lampiran skripsi.
Kalau kamu belum paham dasar transkrip secara umum, baca dulu panduan transkrip wawancara.
Bentuk transkrip wawancara: tiga komponen utama
Apa pun jenis wawancaranya, bentuk transkrip yang baik selalu punya tiga bagian.
1. Header identitas. Blok informasi di bagian atas yang memuat kode atau nama narasumber, tanggal dan lokasi wawancara, durasi rekaman, dan nama pewawancara. Header inilah yang membedakan satu transkrip responden dari yang lain saat kamu punya banyak informan.
2. Isi percakapan. Badan transkrip dengan label pembicara yang konsisten di setiap giliran bicara, disertai timestamp berkala. Ini bagian terbesar dan yang paling sering dianalisis.
3. Notasi. Tanda-tanda untuk hal yang tidak terucap sebagai kata: jeda, ekspresi non-verbal, bagian tidak jelas. Notasi yang konsisten membuat transkrip bisa dipertanggungjawabkan secara metodologis.
Format transkrip wawancara untuk lampiran skripsi
Untuk lampiran skripsi atau tesis, format perlu rapi dan seragam. Aturan tata letak yang umum diterima:
- Header blok di awal setiap transkrip dengan label yang sejajar (informan, usia, profesi, tanggal, waktu, lokasi, durasi)
- Label pembicara disingkat konsisten: P untuk pewawancara, I1/I2 untuk informan, lalu titik dua
- Spasi 1,5 atau ganda agar penguji punya ruang memberi catatan
- Penomoran baris opsional tapi sangat membantu saat merujuk kutipan di bab hasil ("lihat lampiran 2, baris 45")
- Timestamp berkala seperti
[00:05:20]di awal segmen penting
TRANSKRIP WAWANCARA Informan : I1 Usia : 23 tahun Profesi : Mahasiswa S1 Semester 7 Pewawancara: AR Tanggal : 12 Mei 2026 Waktu : 13.00–14.10 WIB Lokasi : Ruang Diskusi Perpustakaan Durasi : 70 menit [00:00:15] P : Bisa ceritakan latar belakang kamu memilih topik ini? I1 : Jadi, eee, awalnya dari pengalaman magang ya...
Bentuk transkrip wawancara FGD (banyak pembicara)
Focus group discussion punya tantangan khusus: pembicara lebih dari dua dan sering tumpang tindih. Penyesuaian formatnya:
- Daftarkan semua peserta di header dengan kode dan atribut singkat (mis. I1 perempuan 22 tahun)
- Gunakan kode konsisten untuk setiap peserta sepanjang transkrip
- Tandai ucapan yang tumpang tindih dengan kurung siku ganda
[[ ]] - Moderator diberi label terpisah (mis. M atau P) agar perannya jelas
Format transkrip wawancara jurnalistik
Untuk media dan jurnalistik, formatnya lebih sederhana karena tujuannya kutipan, bukan analisis paralinguistik. Biasanya cukup nama narasumber, tanggal, dan format tanya-jawab yang bersih (mode clean) tanpa notasi jeda. Kata pengisi umumnya dihapus agar kutipan enak dibaca.
Aturan penulisan dalam format transkrip wawancara
Beberapa konvensi yang menjaga transkrip tetap konsisten:
- Tulis ucapan apa adanya, jangan dibakukan, terutama untuk mode verbatim
- Gunakan tanda
...untuk kalimat yang tidak selesai - Tandai jeda signifikan dengan
[jeda 2.4d] - Tulis ekspresi non-verbal dalam kurung siku:
[tertawa],[batuk] - Konsisten satu gaya dari awal hingga akhir, jangan ganti format di tengah
Template dan contoh format siap pakai
Daripada menyusun format dari nol, pakai contoh yang sudah jadi. Lihat kumpulan contoh transkrip wawancara lengkap dengan template DOCX, atau panduan khusus penyusunan untuk transkrip wawancara skripsi.
Atau lebih cepat lagi: upload rekaman ke verbatim.id, dan hasilnya sudah keluar dengan label pembicara dan timestamp dalam format rapi. Tinggal tambahkan header identitas, beres.